M & E

Mechanical and Electrical software and calculation for building construction

Subscribe

Busbar Design ( Elctrical Calculation) Free Download

Diposting oleh ahmadi on Minggu, 12 Oktober 2014

Busbar Design ( Elctrical Calculation) Berguna untuk menghitung kapasitas dan ukuran busbar, Trafo, Drop Volt, Star Delta serta beberapa fungsi lainnya. yang butuh atau tertarik silahkan download.

Download  : Google Drive
Download  : 4Shared.com
read more...

DuctSizer (McQuay) free download

Diposting oleh ahmadi on

Duct Sizer merupakan program untuk menghitung ukuran ducting baik pada system ventilasi maupun pada system VAC dengan menggunakan beberapa parameter sebagai acuan.
Untuk yang membutuhkan anda bisa download filenya.

Download : Google Drive
Download : 4shared.com read more...

Sample Deep well CAD format DWG

Diposting oleh ahmadi on

Dapat tugas bikin gambar shop drawing untuk deep well, tapi tidak kebayang seperti apa bentuk dan konstruksi deep well? Kebetulan saya ada siapa tau ada yang butuh silahkan download Server 4shared.com

DOWNLOAD

read more...

Fitting-fitting PVC DWG

Diposting oleh ahmadi on Jumat, 10 Oktober 2014

Ada kalanya saat kita membuat gambar detail pekerjaan pipa yang menggunakan pipa PVC kita akan membutuhkan gambar-gambar fitting baik sudut 45,90,atau 180.
Kebetulan saya punya block2 CAD DWG, buat yang butuh silahkan di downling di sini


Download
read more...

POSITIVE SECTION, NEGATIVE SECTION

Diposting oleh ahmadi on Senin, 18 Mei 2009

Dalam dunia perproyekan apapun itu selalu ada yang namanya pompa, ada begitu banyak jenis-jenis pompa yang di gunakan untuk bermacam-macam keperluan namun semua jenis pompa bekerja dengan 2 system bersdasarkan suplai air yang di terima terhadap pompa itu sendiri yaitu:

1. Positive section
Posisitive section maksudnya adalah jika pompa berada lebih rendah daripada tanki yang akan di hisap, sehingga dalam keadaan normal pompa sudah memiliki tekanan gravitasi dari tangki pada sisi suction (hisap)

2. Negative section
Dan yang dimksud dengan negatve section adalah sebaliknya, jika pompa berada lebih tinggi dari pada tangki atau sumber yang akan di hisapnya, sehingga pada keadaan normal sisi suction pompa tidak bertekanan.

Karena perbedaan system tersebut menyebabkan kita harus lebih selective dalam memilih pompa, baca spesifikasinya apakah pompa yang akan kita pilih bisa untuk menhisap atau hanya bisa menekan, namun bukan berarti pompa tekan tidak bisa digunakan untuk menghisap yaitu dengan menambahkan priming tank, sebagai pengisi pipa jika dalama keadaan kosong sehingga ketika pompa menghisap pipa pada sisi suction sudah terisi dengan air ( object lain).


segitu dulu ah...
read more...

LISTRIK PADA BAGUNAN GEDUNG

Diposting oleh ahmadi on Senin, 04 Mei 2009

Untuk beberapa orang artikel ini mungkin tidak berarti apa-apa tapi untuk beberapa yang lain mungkin masih membutuhkan, jadi buat yang udah tau ya biasa aja yah...

Listrik pada bangunan sebenarnya sama saja dengan yang ada pada rumah-rumah dan tempat-tempat lainnya, hanya saja karena kebutuhan akan sytem yang ampuh terhadap gedung yang dibangun merupakan tuntutan pemilik gedung sehingga dibuatlah system yang sesuai akan kebutuhan tersebut. Sebenarnya system yang kelihatannya rumit tidak sepenuhnya benar, hanya saja kita belum tau lebih dalam, sebenarnya saya juga belum begitu paham secara keseluruhan karena saya bukan sarjana, sehingga artikel ini ya saya buat berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan saya jalani sekarang!lho kok malah curhat ya.???back to the point dan langsung saja kepermasalahannya…

Urutannya sebagai berikut :


a. Dari PLN

Listrik yang masuk dari PLN kegedung-gedung hampir seluruhnya bertegangan Menegah (anggap seluruhnya) dari gardu-gardu utama PLN, sehingga pihak PLN harus menarik kabel tengangan menengah yang biasanya di tanam didalam tanah dengan kabel khusus bawah tanah, yang biasanya ditandai dengan “Gb” pada nama kabel tersebut yang berarti kabel tersebut di lindungi armor sebagai pelindungnya. Tentu saja biaya panarikan kabel tersebut di tanggung oleh pihak gedung.

2. Generator set

Genset pada bangunan cendrung hanya sebagai backup atau cadangan jika terjadi ganguan pada PLN, kapasitas genset ditentukan dari equipment apa yang ingin tetap menyala jika PLN mati, seperti lift, pompa pemadam, dan lain-lain, namun ada juga yang full backup semua itu tergantung keingingan owner alias sang pemilik gedung.

c. Panel Genset

Panel genset berguna untuk mengelola dan mendisrtribusikan arus ke panel LV (low voltage), pada panel genset terdapat banyak instrument untuk mengelola arus yang masuk antar lain AMF (automatic main failure), PLC (program logic control), synchronizer jika genset lebih dari satu dan masih banyak lainnya.

d. Panel MV (Medium Voltage)

Setelah sampai ke gedung kemudian kabel dari PLN masuk kepanel Tengan Menengah atau yang biasa disebut panel MV(medium voltage) yang terdiri dari sell incoming, metering dan outgoing, namun lagi-lagi susuan ini tidak baku bisa saja berbeda pada setiap proyek yang juga dilengkapi berbagai peralatan pengaman yang biasanya di control oleh alat yang disebut Power Logic, yang memvisualkan seluruh kejadian di panel tersebut juga settingan untuk panel tersebut seperti over current, earth fault relay, dll.

e. Trafo

Arus yang telah masuk ke panel MV kemudian diaralirkan ke trafo untuk menurunkan tegangan dari medium voltage ke low voltage dan pada umumnya mengunakan kabel single core (3x1x…mm) yang di dipisahkan dengan kayu (wooden block) sebagai pemisah untuk menghindari induski antar kabel yang masih bertegangan menengah, namun outputnya biasanya menggunakan bayak kabel karena mengalir arus yang besar dan tegangan yang rendah jenis trafo saat ini ada dua jenis.

  • Trafo basah, trafo jenis ini merupakan jenis lama yang sampai saat ini jg masih banyak digunakan karena harga yang masih lebih murah daripada jenis yang lain namun trafo ini harus terus di pantau level olinya tidak boleh sampai kurang dari batas minimum, trafo ini diberi nama trafo basah karena menggunakan oli sebagai bahan pendinginnya.

  • Trafo Kering, trafo yang satu ini termasuk jenis yang agak baru, dan trafo jenis ini di claim sebagai trafo free maintenance karena tidak menggunakan oli sebagai bahan pendinginnya melainkan menggunakan fan yang berada didalam unit trafo namun karena panasnya yang lumayan tinggi biasanya trafo kering juga membutuhkan perlakuan khusus pada ruangnya yang mengharuskan ruangan tetap stabil sehingga membutuhkan AC (Air conditioning) sebagai pendingin tambahan, trafo kering menggunakan 2 material lilitan (winding) yaitu tembaga, alumenium!pemilihan jenis yang sesuai juga berdasarkan bayak aspek, trafo kering juga memiliku alat untuk memonitor dan trip jika terjadi over heating atau kelebihan panas dari trafo itu sendiri.

f. Panel LV (low voltage)

Panel LV adalah panel untuk mendistribusikan arus ke seluruh gedung, setelah tegangan diturunkan di trafo kemudian di alirkan ke panel LV juga ada incoming dari panel genset untuk di distribusikan, pada LV juga di lengkapi berbagai peralatan seperti power logic untuk memonitor dan mengatur arus trip, ground trip dll, juga dilengkapi PLC (power logic control) untuk menjalankan seluruh instrument pengontrol panel, dan masih banyak instrument lain yang digunakan dan diaplikasikan pada panel LV.

g. Panel distribusi

Panel distribusi merupakan panel paling akhir sampai arus mengalir ke peralatan penerangan dan peralatan rumah tangga lainnya, panel distribusi ini menerima arus dari panel LV untuk didistribusikan ke pengguna, namun pada panel ini tidak memiliki banyak instrument hanya beberapa instrument pengontrol seperti volt metet, ampere meter dan beberapa instrument lainnya, namun hal ini bisa berbeda jika panel distribusi ini melayani peralatan khusus seperti pompa pemadam kebakaran atau alat-alat lainnya tentunya akan terdapat banyak instrument yang lain.

Ok, untuk saat ini itu dulu untuk detail-detailnya akan dijelaskan pada posting lainnya!

read more...

PSIKROMETRIK CHART

Diposting oleh ahmadi on Senin, 27 April 2009



Psychrometric Chart atau Chart psikrometrik merupakan hasil karya jenius peninggalan kakek moyang kita yang berhubungan dengan karakteristik udara. Dengan adanya chart ini maka perencanaan tata udara menjadi lebih sederhana, karena tidak perlu menggunakan hitungan matematis yang rumit. Chart psikrometrik merupakan tampilan secara grafikal sifat thermodinamik udara antara lain suhu, kelembaban, enthalpi, kandungan uap air dan volume spesific. Dalam chart ini dapat langsung diketahui hubungan antara berbagai parameter udara secara cepat dan persisi, baik yang berkaitan dengan sifat fisik udara maupun sifat thermiknya.
1.Pemetaan Psikrometrik ChartCara terbaik memahami psikrometrik chart adalah mengobservasi bagaimana letak dan posisi setiap garis kurva diletakkan atau dipetakan pada psikrometrik chart. Psikrometrik chart menyatakan hubungan antara suhu bola kering, suhu bola basah, suhu titik embun, kelembaban relatif, panas total (entalpi), volume speisifik, kelebaban spesifik, panas sensibel dan panas laten. Anda akan memerlukan banyak fotocopi psikrometrik chart untuk menyelesaiakan masalah-masalah pendingian dan pemanasan yang ada.

2. Pengenalan letak garis skala pada Chart

Tipikal pemetaan garis skala Psikrometrik chart3. Cara membaca ChartBila ada dua parameter yang diketahui maka kedua parametertersebut diplotkan pada chart sehingga ketemu titik potongnya(misalnya titik P). Kemudian dari titik potong tersebut dapat ditentukan parameter lainnya. Misalkan diketahui suhu bola kering95oF, dan suhu bola basah 76oF. Dari kedua data ini kita dapat kantitik potong di titik P. Dengan dikethuinya titik potong ini maka data lain yang diperlukan dapat diketahui. Besarnya kelembaban relatif (RH) adalah 42%. Kelembaban psesifik (w) adalah 104,5 g/lb. Volume spesifik (SpV) adalah 14,3 ft3/lb. Suhu titik embun (DP) adalah 68,6oF. Enthalpy (H) adalah 39,55 Btu/lb.
4. Definisi Istilah dan Plotting pada ChartBerikut ini dijelaskan tujuh parameter udara terpenting yang digunakan untuk keperluan perancangan air conditioning. Chart yang digunakan sebagai acuan adalah chart psikrometirk yang disusun oleh Carrier dengan mengacu pada kondisi atmosfir normal.
Dry-bulb Temperature (DB)
DB adalah suhu udara ruang yang diperoleh melalui pengukuran dengan Slink Psikrometer pada theremometer dengan bulb kering. Suhu DB diplotkan sebagai garis vertikal yang berawal dari garis sumbu mendatar yang terletak di bagian bawah chart. Suhu DB ini merupakan ukuran panas sensibel. Perubahan suhu DB menunjukkan adanya perubahan panas sensibel.
Wet-bulb Temperature (WB)
WB adalah suhu udara ruang yang diperoleh melalui pengukuran dengan Slink Psikrometer pada theremometer dengan bulb basah. Suhu WB diplotkan sebagai garis miring ke bawah yang berawal dari garis saturasi yang terletak di bagian samping kanan chart. Suhu WB ini merupakan ukuran panas total (enthalpi). Perubahan suhu WB menunjukkan adanya perubahan panas total.
Dew-point temperature (DP) s
uhu DP adalah suhu di mana udara mulai menunjukkan aksi pengembunan ketika didinginkan. Suhu DP ditandai sebagai titik sepanjang garis saturasi. Pada saat udara ruang mengalami saturasi (jenuh) maka besarnya suhu DB sama dengan suhu WB demikian pula suhu DP. Suhu DP merupakan ukuran dari panas laten yang diberikan oleh sistem. Adanya perubahan suhu DP menunjukkan adanya perubahan panas laten atau adanya perubahan kandungan uap air di udara.
pecific Humidity (W)
Specific humidity adalah jumlah kandungan uap air di udara yang diukur dalam satuan grains per pound udara. ( 7000 grains = 1pound) dan diplotkan pada garis sumbu vertikal yang ada di bagian samping kanan chart.
Relative Humidity (% RH)%RH merupakan perbandingan jumlah actual dan jumlah maksimal (saturasi) dari uap air yang ada pada suatu ruang atau lokasi tertentu. 100% RH berarti saturasi dan diplortkan menurut garis saturasi. Untuk ukuran yang lebih kecil diplotkan sesuai arah garis saturasi. Enthalpi (H) Enthalpi adalah jumlah panas total dari campuran udara dan uap aire di atas titik nol. Dinyatakan dalam satuan Btu/lb udara. Harga enthapi dapat diperoleh sepanjang skala di atas garis saturasi Specific volume (SpV) Specific volume atau volume spesifik adalah kebalikan dari berat jenis, dinyatakan dalam ft3/lb. Garis skalanya sama dengan garis skala bola basah (wet bulb)

read more...

Perencanaan kabel dan lampu

Diposting oleh ahmadi on Selasa, 17 Maret 2009


Tegangan AC dibagi menjadi tiga level tegangan yaitu :

  1. Low voltage (0,6 – 1 kV)
  2. MediumVoltage (3,6 – 6 kV)
  3. High Voltage (6 – 10 kV)
  4. Extra High Voltage (10 – 170 kV)
Perhitungan kuat Arus (I)
Perhitungan kuat arus perlu debedakan antara perhitungan satu fasa dengan tiga fasa dengan uraian sebagai berikut :
Satu Fasa
  1. Untuk perhitungan kuat arus satu fasa adalah
    P
    I = ----------------
    E x Cosθ

Dimana :
I = Kuat arus yang mengalir (ampere)
P = Daya beban terpasang (watt)
E = Tegangan terpasang
Cos θ= Faktor daya

  1. Tiga Fasa
    Untuk perhitungan kuat arus 3 fasa adalah :
    P
    I = -----------------------
    1.732 x E x cos θ
    Dimana :
    I = Kuat arus yang mengalir (ampere)
    1.732= Akar 3
    P = Daya beban terpasang (watt)
    E = Tegangan terpasang(Volt)
    Cos θ= Faktor daya

  1. Perhitungan Penampang Kabel
    Penentuan Penampang kabel juga dibedakan berdasarkan fasa yang mengalir, dengan uraian sebagai berikut :
    Satu fasa.
    1. Rumus yang digunakan adalah :

      2 x L x I x Cosθ
      A= ---------------------
      γ x u

      Dimana :
      A = Luas Penampang Minimun kabel (mm)
      L = Panjang Kabel (m)
      I = Kuat arus yang melewati kabel (Ampere)
      γ = Hantaran jenis tembaga (ohm)
      u = Rugi-rugi tegangan (volt)
      cosθ = Faktor daya

b. Tiga fasa
Rumus yang digunakan adalah

1,732 x I x L x cos θ
A= --------------------------
γ x u

Dimana :
A = Luas Penampang Minimun kabel (mm)
L = Panjang Kabel (m)
I = Kuat arus yang melewati kabel (Ampere)
γ = Hantaran jenis tembaga (ohm)
u = Rugi-rugi tegangan (volt)
cosθ = Faktor daya

  1. Pencahayaan

Hubungan warna dengan suasana hati :
  1. merah : hangat, senang, menggairahkan, merangsang, panas, bahaya.
  2. emas: riam, gemerlap, ornamental.
  3. jingga: ramah, menyenangkan, bercahaya, menggairahkan, menggelisahkan.
  4. biru: tenang, sejuk, menentramkan, lembut, menyegarkan, kesedihan.
  5. hijau: tenang, sejuk, alami, hidup.
  6. putih: kemurnian, kesucian, monoton, membosankan, menyilaukan.
  7. ungu: ketaatan, kesepian, elok.
  8. kuning: riang.
  9. coklat: tak gembira, netral.
  10. hitam: dukacita, kehidmatan, kesedihan.

Sedangkan warna cahaya lampu di kelompokan menjadi:
  1. kelompok 1, warna putih kekuningan warm-white (<3300k)
  2. kelompok 2, warna putih netral cool-white (3300k-5300k)
  3. kolompok 3, warna putih daylight (>5300k)

3.1 Rumus-rumus

  1. Iluminasi (dari sumber titik cahaya), E

E = I/d2 cos β (lux)

Dimana :
E = Iluminasi, lux (lm/m2)
I = Intensitas sumber cahaya kearah titik yang disinari (lm)
d = Jaraj dari lampu ke titik bidang yang disinari (m)
β = Sudut dating sinar (dihitung antara garis tegak lurus bidang dan sinar)

  1. factor cahaya siang hari (daylight factor, DF), merupakan perbandingan antara iluminan disatu titik di dalam ruangan dengan titik di luar ruangan, dirumuskan :

DF = Ei/Eo x 100%

Dimana :

DF =
Daylight factor

Ei = iluminasi pada satu titik didalam ruangan
Eo = iluminasi di ruang luar oleh cahaya bola langit yang tidak terhalang.
read more...

Software-software Technic Pendukung

Diposting oleh ahmadi on Sabtu, 14 Februari 2009

Air Conditioning (HVAC)





Plumbing

  • 1

  • 2

  • 3

  • 4

  • 5


Fire Fighting

  • 1

  • 2

  • 3

  • 4

  • 5


Electrical

  • 1. Ecodial Download


  • 2

  • 3

  • 4

  • 5

Electronic
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5






read more...

LSP untuk Autocad (copy urut)

Diposting oleh ahmadi on Minggu, 18 Januari 2009

Dalam dunia gambar-menggambar dengan autocad shortcut command sangat penting,
setelah "copy isi" yang sudah di bahas pada posting sebelumnya, sekarang giliran "copy urut" yang kita bahas.
pasti pernah bikin table di autocad bukan? nah saat membuat table pasti kesulitan membuat nomer urutnya, tepatnya bukan sulit tapi lambat karena harus copy dulu baru kemudian di edit lagi, dengan trick ini copy urut bisa berjalan sekaligus.

copy script ini, buka notepad dan paste. kemudian save dengan nama copy urut.

(defun C:cou ()
(setq Ent (entget (car (entsel)))) (terpri)
(setq Basepoint (getpoint "tentukan titik"))
(setq BasepointText1 (cdr (assoc 10 Ent)))
(setq BasepointText2 (cdr (assoc 11 Ent)))
(setq Vector1 (mapcar '- BasepointText1 Basepoint))
(setq Vector2 (mapcar '- BasepointText2 Basepoint))
(setq OldNumb (atoi (cdr (assoc 1 Ent))))
(setq Inspoint (getpoint "titik penempatan"))
(setq TextPoint1 (mapcar '+ Inspoint Vector1))
(setq TextPoint2 (mapcar '+ Inspoint Vector2))
(While (/= Inspoint Nil)
(setq NewNumb (itoa(+ OldNumb 1)))
(setq Newdata (cons 10 TextPoint1))
(setq Olddata (assoc 10 Ent))
(setq ans (subst Newdata Olddata Ent))
(setq Newdata2 (cons 1 NewNumb))
(setq Olddata2 (assoc 1 ans))
(setq ans (subst Newdata2 Olddata2 ans))
(if (or (/= (cdr (assoc 72 ans)) 0) (/= (cdr (assoc 73 ans)) 0))
(progn
(setq Newdata3 (cons 11 TextPoint2))
(setq Olddata3 (assoc 11 ans))
(setq ans (subst Newdata3 Olddata3 ans))))
(entmake ans)
(setq OldNumb (atoi NewNumb))
(setq Inspoint (getpoint "titik penempatan"))
(setq TextPoint1 (mapcar '+ Inspoint Vector1))
(setq TextPoint2 (mapcar '+ Inspoint Vector2)))
)


dan cara menggunakannya klik disini
read more...

Mengaplikasikan file LSP pada Autocad

Diposting oleh ahmadi on

Sebelum mengaplikasikan file LSP yang pertama ya kita harus membuat file *.txt tadi menjadi *.LSP, perhatkan ecplorer kamu, klu file-file sudah ada extentionnya tinggal ganti "txt" menjadi "lsp" tapi bagi yang di windows explorer file-filenya tanpa extention begini cara merubahnya:
file awal akan tempak seperti ini




kedian di explorer buka tools > folder option, pada menu hide extention*** di uncheck


maka file-file akan terlihat seperti ini, klu udh begini tinggal di rubah aja extentionnya menjadi *.lsp


dan hasilnya akan seperti ini, dan save dimana saja sesuka anda:




Untuk mengaplikasikan file LSP di autocad ketikkan "appload" di commandline dan akan muncul seperti ini




setelah itu pilih file kemudian klik "load" terkadang applikasi ini gagal supaya selalu berhasil dan setiap autocad di gunakan akan selalu meload kembali "klik contents"

klik "add" untuk mencari file dan di "ok" setelah itu klik "close"dan "close" lagi......dengan begitu aplikasi LSP akan berjalan, tutup autocad dan buka lagi!

semoga bermanfaat read more...

LSP untuk Autocad (copy isi)

Diposting oleh ahmadi on

Teman-teman yangg biasa dengan autocad mungkin sudah pernah dengar dan tau mengenai shortcut untuk mempermudah dan mempercepat peroses pengerjaan gambar? yang paling simple adalah original dari aucad itu sendiri, misalnya untuk membuat garis perintahnya adalah L, untuk copy CO, dan lain sebagainya!tp kadang ada jg hal-hal yang kita inginkan supaya lebih cepat lagi dalam proses menggambar tapi ternyata tidak ada di autocad, salah satunya adalah perintah "copy isi" copy isi ini bekerja untuk mengcopy isi teks dari text ke text yang lain menjadi sama seperti yang kita klik pertama.

sebagai contah:


teks a : edit
teks b : copy
teks c : move

dan kalau kamu ingin teks copy, move mendjadi edit cuma butuh masukan perintah "ci"(copy isi) dan klik pada teks "edit" kemudian klik pada teks-teks yang lainnya yang ingin dijadikan "edit" maka semua teks berubah menjadi "edit".
yang harus kamu lakukan adalah copy teks berikut, buka notepad dan pasti di notepad, kemudian save dengan nama "copy isi"


(defun c:ci ()
(terpri)
(setq ent (entget (car (entsel "Specify first Text :")))) (terpri)
(setq newdata (assoc 1 ent))
(setq typeent (cdr (assoc 0 ent)))
(while (= typeent "TEXT")
(setq ent1 (entget (car (entsel "Specify Next Text :")))) (Terpri)
(setq typeent (cdr (assoc 0 ent)))
(setq olddata (assoc 1 ent1))
(setq ans (subst newdata olddata ent1))
(entmod ans))
)


selamat, mencoba dan semoga semoga berguna!

read more...

Langganan: Postingan (Atom)