M & E

Mechanical and Electrical software and calculation for building construction

Subscribe

Perencanaan kabel dan lampu

Diposkan oleh ahmadi on Selasa, 17 Maret 2009

Tegangan AC dibagi menjadi tiga level tegangan yaitu :

  1. Low voltage (0,6 – 1 kV)
  2. MediumVoltage (3,6 – 6 kV)
  3. High Voltage (6 – 10 kV)
  4. Extra High Voltage (10 – 170 kV)

Perhitungan kuat Arus (I)

Perhitungan kuat arus perlu debedakan antara perhitungan satu fasa dengan tiga fasa dengan uraian sebagai berikut :

Satu Fasa

  1. Untuk perhitungan kuat arus satu fasa adalah

    P

    I = ----------------

    E x Cosθ


Dimana :

I = Kuat arus yang mengalir (ampere)

P = Daya beban terpasang (watt)

E = Tegangan terpasang

Cos θ= Faktor daya


  1. Tiga Fasa

    Untuk perhitungan kuat arus 3 fasa adalah :

    P

    I = -----------------------

    1.732 x E x cos θ

    Dimana :

    I = Kuat arus yang mengalir (ampere)

    1.732= Akar 3

    P = Daya beban terpasang (watt)

    E = Tegangan terpasang(Volt)

    Cos θ= Faktor daya


  1. Perhitungan Penampang Kabel

    Penentuan Penampang kabel juga dibedakan berdasarkan fasa yang mengalir, dengan uraian sebagai berikut :

    Satu fasa.

    1. Rumus yang digunakan adalah :


      2 x L x I x Cosθ

      A= ---------------------

      γ x u


      Dimana :

      A = Luas Penampang Minimun kabel (mm)

      L = Panjang Kabel (m)

      I = Kuat arus yang melewati kabel (Ampere)

      γ = Hantaran jenis tembaga (ohm)

      u = Rugi-rugi tegangan (volt)

      cosθ = Faktor daya


b. Tiga fasa

Rumus yang digunakan adalah


1,732 x I x L x cos θ

A= --------------------------

γ x u


Dimana :

A = Luas Penampang Minimun kabel (mm)

L = Panjang Kabel (m)

I = Kuat arus yang melewati kabel (Ampere)

γ = Hantaran jenis tembaga (ohm)

u = Rugi-rugi tegangan (volt)

cosθ = Faktor daya


  1. Pencahayaan


Hubungan warna dengan suasana hati :

  1. merah : hangat, senang, menggairahkan, merangsang, panas, bahaya.
  2. emas: riam, gemerlap, ornamental.
  3. jingga: ramah, menyenangkan, bercahaya, menggairahkan, menggelisahkan.
  4. biru: tenang, sejuk, menentramkan, lembut, menyegarkan, kesedihan.
  5. hijau: tenang, sejuk, alami, hidup.
  6. putih: kemurnian, kesucian, monoton, membosankan, menyilaukan.
  7. ungu: ketaatan, kesepian, elok.
  8. kuning: riang.
  9. coklat: tak gembira, netral.
  10. hitam: dukacita, kehidmatan, kesedihan.


Sedangkan warna cahaya lampu di kelompokan menjadi:

  1. kelompok 1, warna putih kekuningan warm-white (<3300k)
  2. kelompok 2, warna putih netral cool-white (3300k-5300k)
  3. kolompok 3, warna putih daylight (>5300k)


3.1 Rumus-rumus


  1. Iluminasi (dari sumber titik cahaya), E


E = I/d2 cos β (lux)


Dimana :

E = Iluminasi, lux (lm/m2)

I = Intensitas sumber cahaya kearah titik yang disinari (lm)

d = Jaraj dari lampu ke titik bidang yang disinari (m)

β = Sudut dating sinar (dihitung antara garis tegak lurus bidang dan sinar)


  1. factor cahaya siang hari (daylight factor, DF), merupakan perbandingan antara iluminan disatu titik di dalam ruangan dengan titik di luar ruangan, dirumuskan :


DF = Ei/Eo x 100%


Dimana :


DF =
Daylight factor


Ei = iluminasi pada satu titik didalam ruangan

Eo = iluminasi di ruang luar oleh cahaya bola langit yang tidak terhalang.

0 komentar: